duaon’s mind
msgbartop
whAt is In mY hEaD
msgbarbottom

13 May 08 Kue, sebuah contoh kehidupan yang sering terjadi pada diri kita

Cerita ini begitu menggugah hati, akan pentingnya memandang orang lain dengan hati yang bersih, tidak mendahulukan kecurigaan dan berusaha berpikir yang positif terhadap orang lain.

Berikut ceritanya,

Seorang  wanita  sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam  sebelum jadwal  terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk  wanita  tersebut  membaca  buku  yang  baru  saja  dibelinya.

Dalam keasyikannya  tersebut  ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita  tersebut  mencoba  mengabaikan  agar  tidak  terjadi  keributan.

Ia membaca,  mengunyah  kue  dan  melihat  jam.  Sementara si Pencuri Kue yang pemberani   menghabiskan   persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit  berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: (“Kalau aku bukan  orang baik  sudah  kutonjok dia!”)   Setiap ia mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu.

Ketika  hanya  satu  kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki  itu. Dengan  senyum  tawa  di  wajahnya  dan tawa gugup, Si lelaki mengambil  kue  terakhir  dan  membaginya  dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi.

Si wanita  pun  merebut  kue  itu dan berpikir (“Ya ampun orang ini berani sekali”), dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah  rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terimakasih! “.

Ia  naik pesawat  dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Disitu ada kantong kuenya,  di  depan  matanya.  Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati.  Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi. Terlambat  untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.

Dalam  hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain  dengan kacamata kita sendiri (subjektif)  serta  tak  jarang  kita berprasangka buruk terhadapnya.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lainlah yang patut disingkirkan, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlah yang berdosa, orang lainlah yang selalu  bikin  masalah  orang lainlah yang pantas diberi pelajaran. Padahal kita  sendiri  yang  mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang tidak tahu terimakasih. Kita  sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan   orang   lain   sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

cerita akuh sadur dari milis :D

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks


Leave a Comment