Akhir-akhir ini marak saya lihat situs-situs pemerintah yang menggunakan joomla sebagai CMS -nya. Namun saya bukan protes karena menggunakan joomla, karena joomla sendiri mmg sudah mencukupi kebutuhan akan penyajian data untuk pemerintah. Tapi yang saya protes adalah pendanaannya yg kelewat markup. Kita tahu proyek-proyek web untuk pemerintah biasanya anggarannya sangat besar. Namun dari biaya yg sangat besar itu, mereka pada umumnya menggunakan joomla yang semuanya cuma di download gratis.
Kalau di hitung-hitung biaya sewa hosting dan operator khusus untuk ubah-ubah tampilan (themes) paling kena 7 juta doank. Namun yg terjadi saat ini biaya web ada yg sampai 200jt (khusus cuma web doank)
Tapi itu urusan merekalah, topik kita sekarang adalah bagaimana mengetahui kalau website itu menggunakan joomla atau tidak. Joomla paling mudah kita kenali dari link-link yang terdapat pada website tersebut.
Sepanjang pengamatan saya, web joomla (versi 1.5 kebawah) lebih sering menggunakan link:
Acuan ini saya dapatkan dengan persamaan beberapa website yang menggunakan joomla seperti:
Dan untuk versi joomla yang terbaru (versi 1.5) saya mengacu pada link yang saya dapatkan dari DEMO Joomla (http://demo.joomla.org/1.5/)
Seperti:
Jadi sepertinya pada joomla 1.5 mereka sudah update bentuk link -nya.
Nah setelah dapat acuan tersebut, bagaimana kita memeriksanya?
Coba lihat pada gambar di bawah:

Kelihatan pada status bar browser kita bentuk dari link “Lupa Password” -nya.
Nah intinya bukan karena pakai joomla jadi jelek atau tidak bagus, tapi seharusnya dananya justru bisa lebih kecil lagi, karena jelas-jelas CMS yg sering di pemerintahan adalah CMS yg gratisan. Bukan Begitu ?
Catatan:
Cheerss